Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat dibuka menguat pada hari ini, Selasa (10/12/2013).
Bloomberg Dollar Index menunjukkan pada saat pembukaan pergerakan rupiah atas dolar AS pada hari ini menguat Rp4 atau 0,03% ke level Rp11.970 . Seperti diketahui saat penutupan kemarin (9/12/2013), rupiah tidak berhasil melanjutkan penguatannya dan berada di posisi Rp11.974 per dolar AS. Pergerakan rupiah atas dolar AS yang menguat saat pagi hari, ternyata tidak mampu berlanjut hingga penutupan yang menyebabkan rupiah melemah saat penutupan Senin (9/12/2013). Diperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada hari ini, Selasa (10/12/2013) di kisaran Rp11.943-Rp11.975. Masih positifnya rilis data ekonomi Amerika Serikat membuat laju dolar menunjukkan penguatan.Tapi penguatan dolar AS dapat diimbangi oleh data China yang menguatkan nilai tukar yuan-nya. China telah merilis kenaikan neraca perdagangan pada akhir pekan kemarin, diikuti oleh rilis inflasinya di awal pecan ini dengan angka yang cukup stabil. Sementara itu adanya rilis paket kebijakan ekonomi kedua yang mengatur barang impor sedikit ditanggapi positif, karena dipersepsikan akan menahan permintaan akan dolar AS dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik. Tapi laju rupiah masih terbatas seiring wait & see pelaku pasar jelang rilis BI Rate di pekan ini. Laju Rupiah berada di atas target support Rp12.000.
Bloomberg Dollar Index menunjukkan pada saat pembukaan pergerakan rupiah atas dolar AS pada hari ini menguat Rp4 atau 0,03% ke level Rp11.970 . Seperti diketahui saat penutupan kemarin (9/12/2013), rupiah tidak berhasil melanjutkan penguatannya dan berada di posisi Rp11.974 per dolar AS. Pergerakan rupiah atas dolar AS yang menguat saat pagi hari, ternyata tidak mampu berlanjut hingga penutupan yang menyebabkan rupiah melemah saat penutupan Senin (9/12/2013). Diperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada hari ini, Selasa (10/12/2013) di kisaran Rp11.943-Rp11.975. Masih positifnya rilis data ekonomi Amerika Serikat membuat laju dolar menunjukkan penguatan.Tapi penguatan dolar AS dapat diimbangi oleh data China yang menguatkan nilai tukar yuan-nya. China telah merilis kenaikan neraca perdagangan pada akhir pekan kemarin, diikuti oleh rilis inflasinya di awal pecan ini dengan angka yang cukup stabil. Sementara itu adanya rilis paket kebijakan ekonomi kedua yang mengatur barang impor sedikit ditanggapi positif, karena dipersepsikan akan menahan permintaan akan dolar AS dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik. Tapi laju rupiah masih terbatas seiring wait & see pelaku pasar jelang rilis BI Rate di pekan ini. Laju Rupiah berada di atas target support Rp12.000.
No comments:
Post a Comment