Monday, 2 December 2013

Prediksi Rupiah Di Bulan Desember

Membaiknya neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013 setidaknya membuat surplus perdagangan sebesar US$ 50 juta bisa menggiring nilai tukar rupiah menjauh dari level 12 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Data inflasi November 2013 yang menyentuh level 0,12% atau 7,79% periode Januari-November lebih rendah dari tahun-tahun lalu. Ditambah prediksi inflasi Desember di kisaran 0,4%-0,5%, pemerintah optimistis laju inflasi dapat bergerak di bawah 9%.Inflasi sampai akhir tahun ini bisa di bawah 8,5% atau di range 8,2%. Dan angka inflasi ini akan memberi sinyal bagus bahwa dengan inflasi lebih rendah, maka ekspektasi depresiasi tidak akan meningkat.

Kurs rupiah pada perdagangan hari ini berhasil menguat. Data Bloomberg hingga pukul 12.02 WIB, rupiah berada di posisi Rp 11.893 per dolar AS atau naik 72 poin dibandingkan penutupan pada akhir pekan lalu di level 11.965. Bank Indonesia sendiri hari ini mematok kurs tengah rupiah pada Rp 11.946 per dolar AS atau menguat 31 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi 11.977 per dolar AS.

Menguatnya kembali rupiah dipicu surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013. Rupiah sebelumnya sempat melompat ke level 12 ribu per dolar AS karena dipicu tingginya kebutuhan valuta asing. Selama neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan bisa di adress akan berpengaruh rupiah. Diperkirakan defisit (neraca perdagangan) maksimal di angka US$ 200 juta untuk hasil yang lebih baik. Jika ekonomi membaik akan berpengaruh ke nilai tukar rupiah. Selain faktor domestik, pemerintah berharap membaiknya ekonomi AS mampu membuat harga komoditas ekspor Indonesia terangkat.

Meski sudah mengulai menguat setelah tergiring sentimen membaiknya neraca perdagangan Indonesia, nilai tukar rupiah masih sulit untuk keluar dari level diatas 11 ribu per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat pulih dan bertahan di level 11.900 pada akhir tahun. Rupiah masih menghadapi risiko penurunan dalam jangka pendek. Nilai tukar rupiah akan menerima lebih banyak tekanan dari tingginya kekhawatiran para investor terhadap defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan. Tak hanya itu, pemilihan anggota legislatif dan presiden tahun depan juga akan menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah.

No comments:

Post a Comment