Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksikan masih belum bisa bergerak (move on) dari posisinya .Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak mulai memasuki masa konsolidasi setelah pekan lalu sempat drop
cukup rendah. Namun, IHSG hari ini diprediksi bisa menguat asal tidak
diusik oleh pelemahan rupiah dan berita negatif pejabat yang terlibat
korupsi. IHSG akan berada pada rentang support 4.310-4.325 dan resistance 4.365-4.408. Maraknya
pemberitaan keluhan dari pengusaha terhadap kenaikan BI Rate, perkiraan
akan penurunan permintaan properti, hingga kembali turunnya nilai
rupiah menghambat apresiasi IHSG.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari pertama pekan ini dibuka balik arah (rebound) ke zona hijau. IHSG menguat 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27 seiring dengan menguatnya bursa kawasan Asia. IHSG pada akhir pekan lalu ditutup merosot 31,92 poin atau 0,73 persen ke level 4.335,45 karena ditekan aksi jual investor asing. Pelemahan akhir pekan lalu di tengah positifnya bursa kawasan Asia.
Bila menilik laju IHSG pekan lalu yang diharapkan dapat melanjutkan kenaikannya justru membuat pelaku pasar terjebak dengan kenaikan yang sempat terjadi pada IHSG di sesi pagi. Untuk sesi siang, laju IHSG bukannya membaik justru makin melanjutkan pelemahan berbeda jauh dengan laju bursa saham Asia yang sedang berada di teritori hijaunya.Minggu ini ada harapan IHSG masuk masa konsolidasi dan menguat merujuk belum adanya moment dari dalam negeri yang akan membuat market shock dari sisi ekonomi makro dan hampir usainya rilis LK Q3/2013.Namun demikian, tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan yang mungkin mendera IHSG jika nilai tukar rupiah melemah di atas Rp11.700 per USD. Selain itu, juga sentimen negatif adanya kejutan dari Kasus Century dan Hembalang yang berpotensi akan kembali ditahannya beberapa nama penting oleh KPK.
Sementara bursa kawasan Asia pagi ini mayoritas menguat. Indeks Shanghai naik 21,19 poin atau 0,99 persen menjadi 2.157,02, Hang Seng naik 427,74 poin atau 1,86 persen menjadi 23.459,89; Nikkei naik 53,60 poin atau 0,35 persen ke 15.219,29 dan Straits Times naik 13,00 poin atau 0,40 persen menjadi 3.213,87. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.
Dari luar negeri, indeks di Wall Street akan terus melanjutkan kenaikannya. Bahkan Indeks S&P 500 diperkirakan bisa mencapai level 1.820-1.840 di akhir tahun 2013 dari level saat ini 1.798. Hal ini lantaran semakin terang bederangnya komentar calon Gubernur The Fed Janet Yellen yang akan melanjutkan kebijakan quantitive easing (QE), sebelum The Fed akan mengurangi paket stimulusnya menjadi USD70 miliar/bulannya dari USD85 miliar/bulan pada pertemuan The Fed 18-19 Maret 2014. Diperkirakan minggu ini Wall Street akan melanjutkan kenaikannya, dimana akan dipenuhi dengan berbagai speech dari presiden berbagai Bank Sentral Negara Bagian di Amerika Serikat.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.406,64 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.322,08 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.335,45. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy. Laju IHSG yang sempat melampaui target support (4.310-4.350) dan bahkan target resisten (4.380-4.395) gagal bertahan dan berakhir kembali di target support memberikan gambaran masih adanya sentimen negatif yang menghadang. IHSG belum dapat keluar dari tren penurunannya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari pertama pekan ini dibuka balik arah (rebound) ke zona hijau. IHSG menguat 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27 seiring dengan menguatnya bursa kawasan Asia. IHSG pada akhir pekan lalu ditutup merosot 31,92 poin atau 0,73 persen ke level 4.335,45 karena ditekan aksi jual investor asing. Pelemahan akhir pekan lalu di tengah positifnya bursa kawasan Asia.
Bila menilik laju IHSG pekan lalu yang diharapkan dapat melanjutkan kenaikannya justru membuat pelaku pasar terjebak dengan kenaikan yang sempat terjadi pada IHSG di sesi pagi. Untuk sesi siang, laju IHSG bukannya membaik justru makin melanjutkan pelemahan berbeda jauh dengan laju bursa saham Asia yang sedang berada di teritori hijaunya.Minggu ini ada harapan IHSG masuk masa konsolidasi dan menguat merujuk belum adanya moment dari dalam negeri yang akan membuat market shock dari sisi ekonomi makro dan hampir usainya rilis LK Q3/2013.Namun demikian, tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan yang mungkin mendera IHSG jika nilai tukar rupiah melemah di atas Rp11.700 per USD. Selain itu, juga sentimen negatif adanya kejutan dari Kasus Century dan Hembalang yang berpotensi akan kembali ditahannya beberapa nama penting oleh KPK.
Sementara bursa kawasan Asia pagi ini mayoritas menguat. Indeks Shanghai naik 21,19 poin atau 0,99 persen menjadi 2.157,02, Hang Seng naik 427,74 poin atau 1,86 persen menjadi 23.459,89; Nikkei naik 53,60 poin atau 0,35 persen ke 15.219,29 dan Straits Times naik 13,00 poin atau 0,40 persen menjadi 3.213,87. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.
Dari luar negeri, indeks di Wall Street akan terus melanjutkan kenaikannya. Bahkan Indeks S&P 500 diperkirakan bisa mencapai level 1.820-1.840 di akhir tahun 2013 dari level saat ini 1.798. Hal ini lantaran semakin terang bederangnya komentar calon Gubernur The Fed Janet Yellen yang akan melanjutkan kebijakan quantitive easing (QE), sebelum The Fed akan mengurangi paket stimulusnya menjadi USD70 miliar/bulannya dari USD85 miliar/bulan pada pertemuan The Fed 18-19 Maret 2014. Diperkirakan minggu ini Wall Street akan melanjutkan kenaikannya, dimana akan dipenuhi dengan berbagai speech dari presiden berbagai Bank Sentral Negara Bagian di Amerika Serikat.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.406,64 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.322,08 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.335,45. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy. Laju IHSG yang sempat melampaui target support (4.310-4.350) dan bahkan target resisten (4.380-4.395) gagal bertahan dan berakhir kembali di target support memberikan gambaran masih adanya sentimen negatif yang menghadang. IHSG belum dapat keluar dari tren penurunannya.
No comments:
Post a Comment